Sugar Rush
Joker's Jewels
Magic Journey
Tales of Egypt
Mustang Gold
Fruit Rainbow

Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan di Kantor

Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan di Kantor – Pada umumnya pekerjaan tidak menyenangkan karena selalu ada beban tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan. Salah satu pemicu stres bisa jadi adalah persyaratan dan spesifikasi atasan Anda, namun stres juga bisa disebabkan oleh rasa takut yang berlebihan. Bahkan, terkadang Anda tidak perlu takut sama sekali. Selalu merasa cemas dapat melelahkan pikiran dan energi Anda serta menurunkan performa kerja Anda.

Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan di Kantor

timeday – Untuk melakukan ini, Anda harus mampu mengatasi kecemasan yang berlebihan agar pikiran dan tubuh Anda tidak lelah. Di bawah ini adalah empat ketakutan yang sering dialami pekerja kantoran dan cara terbaik untuk menghadapinya. Apakah Anda bingung mencari kartu kredit terbaik? Cermati punya solusinya!

Kecemasan Tenggat Waktu

Kecemasan berlebihan di kantor paling sering terjadi karena tenggat waktu yang terburu-buru. Karyawan seringkali takut pekerjaannya tidak akan selesai tepat waktu karena merasa bertanggung jawab penuh atas pekerjaannya. Jika ini masalah Anda, yang harus Anda lakukan adalah tenang dan pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu. Cari tahu apa yang perlu Anda lakukan dan mulai dari mana. Jika Anda kesulitan menyelesaikan sesuatu, tanyakan pada rekan kerja yang siap membantu.

Baca Juga : Mengelola stres karyawan selama pandemi Covid-19

Jika Anda benar-benar tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, Anda sebenarnya bisa merasa stres, jadi jangan terlalu memikirkannya. Jangan terlalu khawatir, ambil pelajaran dan tetapkan tenggat waktu 1-2 hari sebelum tenggat waktu pekerjaan bos Anda berikutnya. Dengan cara ini, Anda dapat belajar untuk menyelesaikan pekerjaan Anda sebelum batas waktu.

Kecemasan karena tidak disukai rekan kerja

Rekan kerja yang kooperatif adalah salah satu alasan karyawan betah bekerja di kantor. Di sisi lain, bekerja dengan orang yang tidak Anda sukai atau tidak sukai bisa jadi tidak nyaman dan Anda tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa setiap karyawan memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Kolega yang Anda pikir Anda benci mungkin memiliki gaya komunikasi yang ketat dan tidak menyukai cerita kecil. Rekan kerja Anda mungkin membenci Anda, tetapi saya terlalu mengkhawatirkannya, tetapi tidak ada alasan untuk melakukannya. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan melepaskannya dan fokus pada pekerjaan Anda. Juga, hindari konflik dengan pacar Anda dan jaga kantor Anda dalam kondisi baik.

Takut takut dianggap tidak kompeten

Kecemasan berlebihan berikut ini biasanya terjadi pada karyawan baru yang takut dianggap tidak kompeten oleh rekan kerja lain. Masuk akal karena karyawan baru belum berada di posisi yang tepat. Tapi itu tidak berarti Anda bisa menggunakannya sebagai alasan untuk terlalu khawatir.

Jangan biarkan rasa takut itu menghentikan Anda untuk menjadi lebih baik. Sampaikan ide-ide menarik dengan percaya diri saat Anda menganggapnya berguna bagi tim Anda. Jangan kecewa atau khawatir jika ide Anda tidak dipertimbangkan oleh tim. Lain kali, dapatkan pengalaman yang memberikan ide yang lebih baik.

Takut akan masalah dan kesalahan

Ketakutan akan kesalahan yang menyebabkan masalah tersebar luas di tempat kerja. Hal ini karena karyawan merasa bahwa jika mereka melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, manajer akan mendapat masalah. Rahasia untuk tidak takut melakukan kesalahan adalah memahami bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan, bahkan jika mereka baru di bidangnya atau bukan ahlinya.

Tidak ada gunanya terlalu khawatir tentang rasa takut akan kesalahan. Tidak ada orang yang sempurna, apalagi karyawan yang telah berusaha menyelesaikan pekerjaan. Yang bisa Anda lakukan adalah melakukan yang terbaik untuk meminimalkan terjadinya kesalahan. Misalnya, mintalah detail kepada atasan Anda tentang apa yang perlu Anda lakukan untuk benar-benar mendapatkannya.